Gus Miftah Kagumi Diplomasi Pemerintah Indonesia soal Selat Hormuz
Kabarbintang.com - Gus Miftah Belum Lama Ini Kembali Viral. Dalam Sebuah Ceramah, Ia Sempat Memuji Kinerja Presiden Prabowo Subianto Dalam Diplomasi Selat Horm
Kabarbintang.com - Gus Miftah Belum Lama Ini Kembali Viral. Dalam Sebuah Ceramah, Ia Sempat Memuji Kinerja Presiden Prabowo Subianto Dalam Diplomasi Selat Hormuz.
Saat Dijumpai Awak Media, Gus Miftah Menegaskan Betapa Dirinya Adalah Sosok Yang Konsisten Berdiri Di Barisan Yang Mendukung Kepemimpinan Yang Kuat Dan Berani.
"saya Berbicara Berdasarkan Fakta Yang Ada, Loyalitas Saya Bukan Karena Kedekatan Tapi Karena Keyakinan," Terang Gus Miftah Pada Kamis (16/26).
1. Berhasil Lakukan Diplomasi
"kita Sama-sama Mengetahui Bahwa Presiden Melalui Menteri Luar Luar Negeri Pak Sugiono Dan Menteri Esdm Pak Bahlil Berhasil Melakukan Diplomasi Agar Membuka Jalur Hormuz Untuk Indonesia," Lanjutnya.
Lebih Lanjut, Gus Miftah Juga Menegaskan Bahwa Apa Yang Disampaikan Tidak Bertujuan Untuk Menjilat Presiden Ataupun Berpihak Kepada Pemerintahan.
2. Soroti Peran Aktif Indonesia
Sebelumnya, Gus Miftah Sempat Juga Memberikan Pandangannya Terkait Langkah Strategis Presiden Prabowo Subianto Dalam Menyikapi Konflik Di Gaza. Ia Menilai Keputusan Indonesia Bergabung Dengan Board Of Peace (bop) Pada Awal Tahun 2026 Merupakan Sebuah Langkah Taktis Yang Tepat Dan Berani Di Tengah Kompleksitas Konflik Yang Tak Kunjung Usai.
Dalam Tulisannya, Gus Miftah Menyoroti Peran Aktif Indonesia Di Kancah Internasional Di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo. Indonesia Tidak Hanya Bergabung Dengan Bop Yang Merupakan Inisiatif Internasional Untuk Perdamaian Gaza, Tetapi Juga Bersiap Mengirimkan Pasukan Tni Dalam Jumlah Yang Signifikan.
"keputusan Indonesia Untuk Bergabung Dengan Board Of Peace (bop) Pada Awal 2026 Adalah Sebuah Inisiatif Internasional Untuk Perdamaian Dan Stabilisasi Gaza Dan Bersiap Mengirimkan 5.000 Hingga 8.000 Personel Tni, Merupakan Langkah Taktis Yang Tidak Hanya Berani, Tetapi Juga Sangat Tepat Secara Geopolitik Dan Kemanusiaan," Ungkapnya Pada Kamis (19/2/2026).