Manohara Tegas Tolak Label Mantan Istri, Ungkap Sexual Violence yang Pernah Dialami
Kabarbintang.com - Manohara Odelia Pinot, Baru-baru Ini Kembali Menjadi Sorotan Publik Dengan Pernyataan Tegasnya. Ia Secara Terbuka Menolak Penyebutan Dirinya
Kabarbintang.com - Manohara Odelia Pinot, Baru-baru Ini Kembali Menjadi Sorotan Publik Dengan Pernyataan Tegasnya. Ia Secara Terbuka Menolak Penyebutan Dirinya Sebagai Mantan Istri Pangeran Kelantan Oleh Media Dan Platform Digital.
Pernyataan Ini Muncul Sebagai Upaya Manohara Untuk Meluruskan Narasi Seputar Masa Lalunya Yang Kelam, Terutama Terkait Sexual Violence Yang Pernah Dialami. Manohara Menegaskan Bahwa Apa Yang Terjadi Selama Masa Remajanya Bukanlah Sebuah Hubungan Romantis, Bukan Hubungan Atas Dasar Persetujuan, Dan Bukan Pula Pernikahan Yang Sah.
Ia Merasa Label Tersebut Tidak Akurat Dan Menyesatkan, Karena Menyiratkan Adanya Hubungan Dewasa Yang Didasari Konsensus. Melalui Pernyataannya, Manohara Berharap Media Tidak Lagi Menyajikan Situasi Paksaan Sebagai Hubungan Sukarela Yang Setara. Selengkapnya Cek Di Sini Klovers.
Baca Artikel Lainnya Dengan Topik Yang Sama Di Kabarbintang.com.
1. Pernyataan Tegas Manohara Tolak Sebutan Mantan Istri Pangeran Kelantan
Manohara Odelia Pinot Baru-baru Ini Membuat Pernyataan Terbuka. Ia Menolak Keras Penyebutan Dirinya Sebagai Mantan Istri Pangeran Kelantan Oleh Media Dan Platform Digital. Ia Menegaskan Bahwa Label Tersebut Tidak Akurat Dan Sangat Menyesatkan Publik. Melalui Akun Instagram Pribadinya, Ia Meminta Agar Semua Pihak Berhenti Menggunakan Istilah Yang Dinilai Tidak Merepresentasikan Realitas Pahit Masa Lalunya.
Manohara Dengan Tegas Menyatakan Bahwa Kekerasan, Termasuk Sexual Violence Yang Pernah Dialami, Tidak Seharusnya Dibingkai Sebagai Sebuah Hubungan.
"kami Tidak Menyebut Mereka Mantan Pacar Atau Mantan Pacar Pelaku. Kami Tidak Menyebut Kekerasan Seksual Sebagai Sebuah Hubungan. Kami Tidak Mengubah Penyalahgunaan Menjadi Kisah Konsensual." Tulisnya Dalam Unggahan Instagram.
2. Ceritakan Faktanya
Manohara Menjelaskan Bahwa Apa Yang Terjadi Selama Masa Remajanya Bukanlah Hubungan Romantis Atau Pernikahan Yang Sah. Ia Tidak Pernah Memberikan Persetujuan Atas Hubungan Tersebut Karena Berada Dalam Situasi Paksaan. Terlebih, Saat Itu Ia Masih Berusia 15 Tahun.
"aku Berusia 15 Tahun. Pria Yang Terlibat Berusia 30-an Tahun. Tidak Ada Pacaran, Tidak Ada Hubungan, Dan Tidak Ada Persetujuan. Apa Yang Terjadi Dipaksakan." Jelasnya.
Ia Menambahkan Bahwa Istilah Mantan Istri Menyiratkan Hubungan Dewasa Yang Didasari Persetujuan Dan Legalitas, Padahal Ia Saat Itu Masih Di Bawah Umur (15-16 Tahun) Dan Tidak Memiliki Pilihan Akurat.
3. Kronologi Kasus Manohara Dan Pangeran Kelantan Mencuat
Kasus Manohara Odelia Pinot Dan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra, Menjadi Sorotan Publik Pada Tahun 2009. Manohara Menikah Dengan Tengku Fakhry Di Malaysia Pada 26 Agustus 2008, Saat Usianya Belum Genap 17 Tahun.
Setelah Menikah, Manohara Dikabarkan Mengalami Kdrt Fisik Dan Mental, Termasuk Isolasi Dan Pelecehan, Sejak Malam Pertama Pernikahannya. Ibunya, Daisy Fajarina, Melaporkan Dugaan Ini. Kini Hampir Dua Dekade Berlalu, Manohara Akhirnya Buka Suara. Ia Enggan Disebut Sebagai Mantan Pasangan. Menurutnya, Hal Tersebut Terjadi Karena Paksaan.
"memanggil Korban Sebagai "mantan Pasangan" Dari Orang Yang Melukai Mereka Tidak Membuat Situasi Lebih Sopan Atau Dapat Diterima Secara Budaya. Itu Membuatnya Tidak Akurat. Lebih Buruk Lagi, Itu Mengalihkan Fokus Dari Pelaku Kepada Korban Yang Masih Anak-anak. Korban Tidak Membutuhkan Sebutan Yang Berarti Pilihan Di Mana Tidak Ada." Ungkapnya.
4. Meluruskan Sebutan Yang Tidak Tepat
Manohara Juga Meluruskan Fakta Yang Terjadi Di Masa Lalu. Ia Menyebut Bahwa Sebutan Itu Bisa Menjadi Luka Bagi Korban Kekerasan. Ia Berharap Agar Publik Dapat Lebih Memahami Konteks Yang Sebenarnya.
"ketika Kekerasan Terus-menerus Digambarkan Sebagai Hubungan, Masyarakat Belajar Melihat Paksaan Sebagai Persetujuan, Dan Anak-anak Sebagai Peserta, Bukan Korban. Pola Pikir Seperti Itu Menyebabkan Luka Nyata, Bukan Hanya Padaku, Tapi Juga Pada Gadis-gadis Lain Yang Memperhatikan Bagaimana Kasus Seperti Ini Dibicarakan." Ungkap Manohara.
5. Harapan Manohara
Setelah Kasus Tersebut, Manohara Pernikahannya Berakhir Dengan Perceraian Pada Tahun 2009. Ia Kini Aktif Sebagai Aktivis Pelestarian Hewan. Manohara Tidak Meminta Simpati, Melainkan Akurasi Dalam Penyebutan Tersebut. Ia Berharap Media Tidak Lagi Menyajikan Situasi Paksaan Yang Melibatkan Anak Sebagai Hubungan Dewasa Yang Sukarela.
"aku Tidak Meminta Belas Kasihan. Aku Hanya Meminta Ketepatan. Dan Ketepatan Berarti Tidak Menggambarkan Situasi Yang Dipaksakan Terhadap Anak Sebagai Hubungan Sukarela Antara Orang Dewasa." Katanya.
6. Qna Pernyataan Tegas Manohara Soal Sexual Violence
1. Mengapa Manohara Odelia Pinot Menolak Disebut "mantan Istri Pangeran Kelantan"?
Manohara Menolak Label Tersebut Karena Ia Menegaskan Bahwa Apa Yang Terjadi Di Masa Remajanya Bukanlah Hubungan Romantis Atau Pernikahan Yang Sah, Melainkan Situasi Paksaan Saat Ia Masih Di Bawah Umur Dan Tidak Memiliki Kapasitas Untuk Memberikan Persetujuan.
2. Apa Yang Dimaksud Manohara Dengan "sexual Violence" Yang Pernah Dialaminya?
Manohara Mengungkapkan Bahwa Ia Mengalami Tindak Kekerasan Fisik Dan Pelecehan Seksual, Termasuk Isolasi Dan Kekerasan Sejak Pernikahannya, Yang Ia Tegaskan Tidak Seharusnya Dianggap Sebagai Bagian Dari Hubungan Asmara Atau Ikatan Pernikahan.
3. Kapan Kasus Manohara Dengan Pangeran Kelantan Menjadi Sorotan Publik?
Kasus Manohara Odelia Pinot Dan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra, Mencuat Dan Menjadi Perhatian Publik Di Indonesia Serta Malaysia Pada Tahun 2009.
Ikuti Kabar Terbaru Selebriti Hanya Di Kabarbintang.com. Kalau Bukan Sekarang, Kabarbintang?