Penyalur ART Ceritakan Momen Pengusiran Saat Datangi Rumah Erin Wartia
Kabarbintang.com - Nia Selaku Penyalur Asisten Rumah Tangga Akhirnya Membeberkan Kronologi Ketegangan Yang Terjadi Di Kediaman Erin Wartia Beberapa Waktu Lalu.
Kabarbintang.com - Nia Selaku Penyalur Asisten Rumah Tangga Akhirnya Membeberkan Kronologi Ketegangan Yang Terjadi Di Kediaman Erin Wartia Beberapa Waktu Lalu. Ia Mengaku Telah Berupaya Melakukan Pendekatan Persuasif Namun Mendapatkan Respon Yang Kurang Menyenangkan.
Nia Merasa Sangat Bingung Ketika Niat Baiknya Untuk Berdialog Justru Berujung Pada Pengusiran Secara Paksa Dari Lokasi Kejadian. Padahal, Dirinya Datang Untuk Memenuhi Tanggung Jawab Sebagai Jembatan Antara Pekerja Dan Pihak Majikan.
"kalau Saya Kan Hanya Penyalur Ya, Dan Saya Juga Sudah Datang, Berulang Kali Saya Bilang Saya Sudah Pernah Datang Secara Baik-baik, Tapi Beliau Menolak, Kan? Bahkan Mengusir Saya Gitu," Ucap Nia Saat Ditemui Di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).
1. Pendampingan Personel Kepolisian
Ketegangan Mencapai Puncaknya Ketika Nia Kembali Mendatangi Rumah Mewah Tersebut Dengan Membawa Personel Kepolisian Untuk Mendampingi. Ia Terpaksa Mengambil Langkah Tersebut Karena Merasa Keselamatannya Dan Pekerjanya Sedang Berada Dalam Ancaman.
"saya Datang Juga Membawa Polisi, Diusir Juga Gitu, Terus Saya Harus Bagaimana Gitu, Kan? Hanya Itu Yang Bisa Saya Lakukan," Ujarnya.
2. Awal Mula Masalah Hukum
Masalah Hukum Ini Bermula Dari Keretakan Hubungan Sosial Antara Pihak Erin Dengan Para Asisten Rumah Tangganya. Isu Penahanan Barang Pribadi Hingga Dugaan Kekerasan Fisik Menjadi Pemicu Utama Munculnya Laporan Polisi Di Polres Jakarta Selatan.
3. Bantah Klaim Melarikan Diri
Nia Membantah Keras Klaim Pihak Majikan Yang Menyebutkan Bahwa Herawati Melarikan Diri Atau Kabur Dari Rumah Secara Tidak Sopan. Ia Menegaskan Bahwa Proses Kepulangan Pekerjanya Merupakan Bentuk Penjemputan Resmi Karena Adanya Laporan Kekerasan.
"jadi Sebenarnya Bukan Kabur, Bukan Kabur, Itu Cuman Karena Dijemput. Bukan Kabur Ya, Ini Saya Jelaskan Ya," Tuturnya.
4. Kewajiban Melindungi Tenaga Kerja
Sebagai Penyalur, Nia Merasa Memiliki Kewajiban Moral Untuk Melindungi Setiap Tenaga Kerja Yang Ia Salurkan Kepada Para Pengguna Jasa. Dirinya Merasa Sedih Melihat Konflik Ini Harus Berakhir Dengan Drama Pengusiran Di Hadapan Aparat Penegak Hukum.
"sebagai Pihak Penyalur, Tanggung Jawab Saya Dong Membawa Pekerja Saya Pulang Jika Mendapatkan Kekerasan," Tegasnya.
5. Dukung Upaya Perdamaian
Meskipun Merasa Kecewa, Nia Tetap Mendukung Upaya Perdamaian Yang Sedang Diinisiasi Oleh Tim Penasihat Hukumnya. Ia Berharap Komunikasi Yang Sempat Buntu Dapat Kembali Mencair Melalui Proses Mediasi Yang Akan Datang.
6. Harapan Untuk Pihak Pemberi Kerja
Nia Menginginkan Adanya Kesadaran Dari Pihak Pemberi Kerja Untuk Lebih Menghargai Hak-hak Dasar Para Asisten Rumah Tangga. Dirinya Berharap Agar Industri Penyalur Tenaga Kerja Tidak Lagi Diwarnai Dengan Insiden Yang Merugikan Martabat Pekerja.