Asri Welas Bahagia Punya 'Suami' Baru? Begini Ceritanya
Kabarbintang.com - Aktris Asri Welas Kembali Merasakan Atmosfer Panggung Teater Setelah Lama Tidak Tampil Dalam Drama Musikal. Dalam Pementasan Drama Musikal S
Kabarbintang.com - Aktris Asri Welas Kembali Merasakan Atmosfer Panggung Teater Setelah Lama Tidak Tampil Dalam Drama Musikal. Dalam Pementasan Drama Musikal Sangkala Nyi Mas Gandasari Yang Akan Digelar Di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (tim), Jakarta, Pada 14 Juni 2026, Asri Dipercaya Memerankan Putri Ong Tien, Salah Satu Tokoh Penting Dalam Kisah Yang Diangkat Dari Sejarah Cirebon.
Perempuan Bernama Lengkap Asri Pramawati Itu Mengaku Antusias Menjalani Proses Produksi Yang Berlangsung Selama Beberapa Bulan. Baginya, Dunia Teater Memiliki Tantangan Yang Berbeda Dibandingkan Dunia Akting Yang Biasa Dijalaninya Karena Setiap Adegan Harus Ditampilkan Sempurna Tanpa Kesempatan Mengulang.
Asri Mengungkapkan Bahwa Seluruh Pemain Menjalani Latihan Secara Intensif Sejak April 2026. Proses Tersebut Dilakukan Demi Menghadirkan Pertunjukan Yang Megah Dan Berkualitas Bagi Para Penonton Yang Hadir Di Graha Bhakti Budaya.
"harus Tetap Latihan, Gak Gampang Sama Sekali. Dunia Teater Sesuatu Yang Gak Bisa Diulang Beda Kaya Syuting Film Ada Cut, Jadi Harus Perfect. Kami Latihan Dari April. Saya Percaya Latihan Tidak Mengkhianati Hasil," Ujar Asri Welas Saat Jumpa Pers Di Galeri Indonesia Kaya, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
1. Menikmati Karakter
Selain Tantangan Di Atas Panggung, Asri Juga Menikmati Karakter Yang Diperankannya Dalam Drama Musikal Tersebut. Ia Berperan Sebagai Putri Ong Tien, Salah Satu Istri Sunan Gunung Jati Yang Diperankan Oleh Daniel Christianto. Hal Itu Bahkan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Baginya Selama Proses Latihan.
"seneng Banget Di Sini Punya Suami," Kata Asri Welas Sambil Tertawa Saat Menceritakan Kedekatannya Dengan Para Pemain Lain Dalam Produksi Tersebut.
2. Dewi Gita Ikut Ambil Bagian
Tak Hanya Asri, Penyanyi Senior Dewi Gita Juga Ikut Ambil Bagian Dalam Pementasan Ini Sebagai Ibu Dayang. Bagi Dewi, Keterlibatannya Dalam Sangkala Nyi Mas Gandasari Menjadi Kesempatan Untuk Kembali Belajar Dan Mengasah Kemampuan Seni Pertunjukan Di Panggung Teater Musikal.
"ini Adalah Satu Sekolah Lagi Bagi Saya. Kenapa Mau Bergabung, Saya Bisa Banyak Belajar Lagi Dari Panggung Drama Musikal," Ungkap Dewi Gita.
3. Bukan Sekadar Hiburan
Sementara Itu, Executive Producer Reny A. Daniel Menjelaskan Bahwa Pementasan Ini Bukan Sekadar Hiburan, Melainkan Juga Upaya Memperkenalkan Kembali Budaya Sunda Dan Sejarah Cirebon Kepada Generasi Muda. Menurutnya, Kemasan Modern Menjadi Cara Efektif Agar Kisah Tradisional Dapat Diterima Oleh Penonton Lintas Usia.
"meski Mengangkat Cerita Tradisional, Pementasan 'nyi Mas Gandasari' Memadukan Unsur Tari, Musik, Busana, Dan Tata Panggung Yang Dikemas Modern. Ini Merupakan Upaya Melestarikan Budaya Sunda, Sekaligus Memperkenalkannya Kepada Generasi Muda. Mereka Harus Tahu Budaya Dan Kesenian Indonesia Itu Tidak Kalah Dengan Produk Dari Luar," Tukas Reni.
4. Teknologi Standar Tinggi
Sutradara Denny Malik Juga Menegaskan Bahwa Pertunjukan Ini Dirancang Dengan Standar Tinggi Agar Mampu Menunjukkan Kualitas Seni Pertunjukan Indonesia. Karena Itu, Produksi Sangkala Nyi Mas Gandasari Didukung Teknologi Panggung Modern Mulai Dari Multimedia, Hidrolik, Efek Kabut, Pencahayaan Artistik Hingga Tata Panggung Digital.
"pertunjukan Seni Dan Budaya Di Indonesia Itu Masih Sangat Kurang, Padahal Sebenarnya Potensi Yang Kita Miliki Tidak Kalah. Nah, Tantangan Bagi Insan Seni Adalah Bagaimana Membuat Pertunjukan Indonesia Bisa Tampil Dengan Standar Internasional," Ujar Denny Malik.
5. Bintang Muda Berbakat Lainnya
Selain Asri Welas Dan Dewi Gita, Drama Musikal Nyi Mas Gandasari Juga Menampilkan Bintang Muda Berbakat, Seperti, Aisyah Fadhila (nyimas Gandasari), Aldafi Adnan (syech Magelung Sakti), Belmiro Allie (pangeran Cakrabuana), Bimo Zeno (prabu Cakra Ningrat), Dan Lain-lain.
6. Angkat Kisah Kepahlawanan Nyi Mas Gandasari
Drama Musikal Sangkala Nyi Mas Gandasari Mengangkat Kisah Kepahlawanan Nyi Mas Gandasari, Tokoh Perempuan Dari Cirebon Yang Dikenal Memiliki Peran Penting Dalam Penyebaran Agama Islam Di Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa Pada Abad Ke-15, Khususnya Pada Masa Kesultanan Cirebon Dan Sunan Gunung Jati.
7. Terbagi Dua Sesi
Pertunjukan Ini Akan Digelar Pada 14 Juni 2026 Dalam Dua Sesi, Yakni Pukul 15.30 Wib Dan 19.30 Wib Di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket Telah Tersedia Dengan Harga Mulai Rp200 Ribu Hingga Rp700 Ribu.