Dinda Hauw Cerita Keteguhan Prinsip di Film 'BIDADARI SURGA'

Kabarbintang.com - Rumah Produksi Max Pictures Resmi Menggelar Gala Premiere Film Terbarunya Berjudul Bidadari Surga. Dalam Film Ini, Dinda Hauw Didapuk Sebaga

Dinda Hauw Cerita Keteguhan Prinsip di Film 'BIDADARI SURGA'

Kabarbintang.com - Rumah Produksi Max Pictures Resmi Menggelar Gala Premiere Film Terbarunya Berjudul Bidadari Surga. Dalam Film Ini, Dinda Hauw Didapuk Sebagai Pemeran Utama Perempuan Bernama Nadia. Ia Dipasangkan Dengan Rey Mbayang Yang Memerankan Taufan, Seorang Youtuber Sukses Dengan Konten Kontroversial. Kisah Cinta Keduanya Dibangun Dari Perbedaan Nilai Hidup, Prinsip, Dan Latar Belakang Yang Kontras, Namun Perlahan Dipersatukan Oleh Ketulusan Serta Proses Perubahan Diri.

Bagi Dinda Hauw, Karakter Nadia Bukan Sekadar Tokoh Fiksi, Melainkan Representasi Perempuan Yang Teguh Memegang Keyakinan Di Tengah Dinamika Cinta Modern. Lewat Film Ini, Ia Ingin Menyampaikan Pesan Bahwa Prinsip Hidup Bukanlah Penghalang Untuk Mencintai, Melainkan Pondasi Yang Menguatkan Sebuah Hubungan.

"nadia Adalah Perempuan Yang Lembut Namun Teguh Memegang Prinsip. Lewat Film Ini, Aku Ingin Menunjukkan Bahwa Mempertahankan Keyakinan Bukanlah Penghalang Cinta, Justru Menjadi Fondasi Yang Kuat," Tutur Dinda Saat Ditemui Di Gala Premiere Film Bidadari Surga Di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jum'at (9/1).

Baca Juga Berita Lainnya Di Kabarbintang.com

1. Nadia Yang Religius

Sosok Nadia Diceritakan Sebagai Putri Seorang Kiai Yang Taat Dan Berpegang Pada Nilai-nilai Religius. Konflik Bermula Ketika Taufan Meminta Nadia Melepas Hijab, Sebuah Permintaan Yang Ditolak Tegas. Penolakan Tersebut Justru Menjadi Titik Balik Yang Membawa Perubahan Besar Dalam Perjalanan Hidup Dan Spiritual Taufan.

2. Dekat Dengan Realitas

Dari Sudut Pandang Kreator, Sutradara Indra Gunawan Menekankan Bahwa Bidadari Surga Tidak Dibangun Sebagai Kisah Cinta Instan. Film Ini Dirancang Dengan Pendekatan Yang Dekat Dengan Realitas, Di Mana Cinta Hadir Sebagai Proses Saling Memahami, Bukan Memaksakan Kehendak.

3. Film Tentang Proses

"bidadari Surga Adalah Film Tentang Proses. Tentang Bagaimana Cinta Tidak Memaksa, Tetapi Mengajak Seseorang Untuk Bertumbuh Dan Berubah Menjadi Lebih Baik. Saya Berharap Film Ini Bisa Menyentuh Hati Penonton," Ujar Indra Gunawan.

4. Taufan Yang Penuh Ego

Sementara Itu, Rey Mbayang Menilai Karakter Taufan Memiliki Sisi Manusiawi Yang Kuat. Ia Digambarkan Sebagai Pribadi Yang Penuh Ego, Namun Perlahan Belajar Menghargai Nilai Dan Keyakinan Orang Lain Melalui Pertemuannya Dengan Nadia.

5. Keinginan Untuk Berubah

"taufan Bukan Sosok Sempurna. Dia Penuh Ego, Tapi Memiliki Keinginan Untuk Berubah. Film Ini Mengajarkan Bahwa Cinta Sejati Berarti Menghormati Nilai Dan Keyakinan Pasangan," Kata Rey.

6. Bukan Sekadar Drama Romantis

Tak Hanya Mengandalkan Drama Romantis, Bidadari Surga Juga Menyisipkan Unsur Komedi Yang Ringan Dan Relevan Dengan Kehidupan Sehari-hari. Perpaduan Tersebut Diharapkan Mampu Membuat Penonton Terhibur Sekaligus Merenung Tentang Makna Cinta Dan Hijrah.

7. Cinta, Prinsip, Dan Perubahan Diri

Secara Keseluruhan, Film Ini Mengangkat Tema Cinta, Prinsip, Dan Perubahan Diri Dengan Balutan Cerita Yang Emosional. Kehadiran Dinda Hauw Sebagai Nadia Menjadi Salah Satu Kekuatan Utama Dalam Menyampaikan Pesan Moral Yang Membumi Dan Dekat Dengan Realitas Masyarakat.

Bidadari Surga Mengisahkan Perjalanan Taufan Yang Hidupnya Berubah Setelah Bertemu Nadia, Seorang Perempuan Yang Teguh Pada Keyakinannya. Film Ini Dijadwalkan Tayang Di Seluruh Bioskop Indonesia Mulai 15 Januari 2026 Dan Diharapkan Menjadi Tontonan Inspiratif Bagi Penikmat Film Drama Romantis Religius.