Klarifikasi Kak Seto Usai Dituding Abaikan Laporan Aurelie Moeremans
Kabarbintang.com - Pemerhati Anak Seto Mulyadi, Atau Yang Akrab Disapa Kak Seto, Akhirnya Angkat Bicara. Ia Memberikan Klarifikasi Penting Melalui Unggahan Ins
Kabarbintang.com - Pemerhati Anak Seto Mulyadi, Atau Yang Akrab Disapa Kak Seto, Akhirnya Angkat Bicara. Ia Memberikan Klarifikasi Penting Melalui Unggahan Instagram Story Pada Rabu, 14 Januari 2026. Klarifikasi Ini Menanggapi Tudingan Publik Mengenai Perannya Dalam Kasus Aurelie Moeremans Di Masa Lalu.
Sorotan Kembali Muncul Setelah Aurelie Moeremans Merilis Buku Memoar Yang Mengungkap Pengalaman Pahitnya. Publik Mempertanyakan Mengapa Kasus Child Grooming Yang Dialami Aurelie Pada Usia Remaja Seolah Tidak Mendapat Penanganan Maksimal. Kak Seto Pun Mengajak Masyarakat Untuk Menyikapi Informasi Ini Dengan Kepala Dingin Dan Hati Jernih.
Ia Berharap Agar Kisah Masa Lalu Tersebut Tidak Dijadikan Ajang Saling Menuduh Atau Memelintir Fakta. Kak Seto Juga Menekankan Pentingnya Empati Serta Keadilan Dalam Menyikapi Isu Sensitif Ini.
Aurelie Moeremans Pernah Mengalami Kasus Child Grooming Dan Hubungan Manipulatif Saat Berusia 15 Tahun. Pelaku Adalah Seorang Pria Dewasa Berusia Sekitar 29 Tahun Yang Disebut Dengan Nama Samaran 'bobby', Diduga Roby Tremonti.
Baca Juga Berita Lainnya Di Kabarbintang.com
1. Perjuangan Orang Tua Aurelie Melapor
Sekitar Tahun 2009 Hingga 2010, Orang Tua Aurelie, Jean Marc Moeremans Dan Sri Sunarti, Melaporkan Masalah Ini Ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (komnas Pa) Dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (kpai). Pada Masa Itu, Komnas Pa Dipimpin Oleh Seto Mulyadi Atau Kak Seto.
Keluarga Aurelie Meminta Perlindungan Karena Menduga Aurelie Mengalami 'brainwashing' Dan Berada Dalam Relasi Yang Membahayakan Secara Psikologis. Hubungan Tersebut Dinilai Tidak Sehat Karena Perbedaan Usia Yang Jauh Dan Dugaan Manipulasi Emosional.
2. Kekecewaan Keluarga Atas Tindak Lanjut
Ayah Aurelie, Jean Marc, Mengaku Kecewa Karena Laporannya Dianggap Tidak Mendapat Tindak Lanjut Yang Jelas Dari Pihak-pihak Yang Dihubungi. Mediasi Yang Difasilitasi Oleh Komnas Pa Antara Keluarga Aurelie Dan Pria Dewasa Tersebut Berjalan Alot Dan Tidak Membuahkan Keputusan Konkret.
Dalam Bukunya, Aurelie Mengaku Sempat Berbohong Kepada Petugas Karena Mendapat Ancaman Serius, Termasuk Ancaman Kekerasan Hingga Penyebaran Foto Pribadi. Kondisi Psikologis Aurelie Yang Masih Di Bawah Pengaruh Kuat Pelaku Menjadi Hambatan Utama Dalam Penanganan Kasus.
3. Kak Seto Angkat Bicara Di Instagram
Kak Seto Akhirnya Memberikan Klarifikasi Melalui Unggahan Instagram Story Pada Rabu, 14 Januari 2026, Menanggapi Tudingan Yang Muncul. Ia Merespons Tudingan Bahwa Dirinya Mengabaikan Pengaduan Aurelie Moeremans Pada Tahun 2010.
Kak Seto Menegaskan Bahwa Pihaknya Telah Berupaya Semaksimal Mungkin Sesuai Dengan Kapasitas Dan Tanggung Jawab Yang Dimiliki Pada Masa Itu. Ia Menyatakan, "pada Masanya, Setiap Pendampingan Dan Pernyataan Disampaikan Berdasarkan Pengetahuan, Kewenangan, Serta Kerangka Pemahaman Yang Berlaku Saat Itu."
4. Mengecam Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Anak
Kak Seto Juga Mengecam Segala Bentuk Manipulasi, Relasi Tidak Setara, Dan Praktik Child Grooming. Pihaknya Menghormati Keberanian Siapapun Yang Memilih Bersuara Atas Masa Lalunya.
Kak Seto Juga Menekankan Bahwa Persoalan Perlindungan Anak Di Indonesia Masih Menjadi Tantangan Besar Yang Membutuhkan Perhatian Dan Kerja Sama.
Ia Berharap Semua Pihak Yang Pernah Terlibat Dapat Menyikapi Isu Ini Dengan Empati, Kebijaksanaan, Dan Fokus Pada Tujuan Bersama.